Sejarah

Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi ) Indonesia adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang mendasarkan gerakannya pada upaya pengembangan pengetahuan, keterampilan/ ilmu pengetahuan di bidang Teknologi dan Komunikasi bagi para anggota serta warga masyarakat. Sebagai sebuah lembaga social masyarakat (LSM), aktivitas ini di rintis sejak tanggal 9 Desember 2008 di Jakarta dengan melibatkan beberapa pihak dalam diskusi kecil guna pengungkapan wacana mereplikasi program UNESCO dibidang ICT, yaitu ICT 4 YOUTH maupun semangat pengabdian teman‐teman relawan Air Putih di wilayah bencana.

Kelahiran Relawan TIK Indonesia dilatarbelakangi oleh pesatnya pengembangan dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan bangsa.

Relawan TIK Majalengka lahir berbarengan dengan lahirnya Gerakan Desa Membangun (GDM) di Majalengka. GDM adalah gerakan dari masyarakat desa yang mencoba menjadi kritis. Kritis atas pola pembangunan dan sistem pemerintahan yang lebih cenderung bersifat top – down. Dimana pemerintah hanya menjadikan mereka seolah objek atau bahkan sebuah hamparan proyek. Lelah dengan perihal demikian, lahirlah sebuah gerakan inisiatif kolektif masyarakat desa. Inilah Gerakan Desa Membangun yang hadir dengan tawaran yang sederhana namun nyata. GDM pada dasarnya merupakan gerakan yang murni atas inisiatif masyarakat desa. Baik dari aparatur desa tersebut, maupun pemuda – pemuda yang peduli akan kondisi desa. Tepat 24 Desember mendatang, gerakan ini baru berusia dua tahun. GDM ini pada awalnya hanya dimotori oleh Desa Mandalamekar, Desa Melung, dan Desa Dermaji. Dan Kemudian menyebar ke desa – desa lainnya baik di Tasikmalaya, dan terutamadi Banyumas.

GDM memang tidak berjalan sendiri, gerakan ini merupakan bentuk kristalisasi usaha dan konsep dari berbagai lembaga dan komunitas ada Infest Yogyakarta, Blogger Nusantara, BlankOn Linux, Politeknik Pratama Purwokerto, Blogger Banyumas, Relawan TIK dan masih banyak komunitas lainnya. Dan masing – masing organisasi atau komunitas ini pun memberikan peran dan kontibusi masing – masing, sesuai bidang mereka.

Relawan TIK Majalengka lahir pada acara Gapura Desa di Desa Garawastu Kecamatan Sindang 24 November 2012, salah satu rangkaian kegiatan GDM di Majalengka. Dihadiri oleh lebih dari 35 desa di Majalengka melahirkan desa-desa yang sadar akan pentingnya gerakan desa membangun. Relawan TIK Majalengka lahir sebagai pendamping GDM Majalengka dibidang pengembangan dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Salah satu titik awalnya adalah pembuatan website desa. Kenapa desa ini mempunyai portal atau situs desa masing – masing? Bukan untuk gaya – gayaan, atau ikut- ikutan. Melainkan situs ini adalah sebuah alat untuk branding desa – desa tersebut. Mulai dari profil desa hingga promosi produk desa terus bertebaran di dunia maya. Memperkenalkan desa dan seisinya ke pihak luar. Dan yang tidak kalah pentingnya ialah. Dengan adanya portal desa ini, warga desa mempunyai tanggung jawab untuk mengurus desanya dan mengisi situs tersebut. Disini praktek citizen journalism pun terjadi. Warga desa kini menjadi pewarta desa.

Kegiatan bagi Relawan dibidang pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) dinilai cukup memadai sebagai solusi strategis guna melibatkan peran serta warga masyarakat dengan prinsip sukarela, terbuka dan kapabilitas. Didukung komitmen dan kerjasama dari pemerintah pusat, daerah serta peran para pemangku kepentingan, kalangan bisnis, perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat madani, maka upaya bersama mencerdaskan kehidupan bangsa adalah keniscayaan yang semakin nyata. Relawan TIK diharapkan mampu menjadi salah satu platform untuk mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Diantaranya adalah edukasi, sosialisasi dan advokasi dalam mengenalkan pemanfaatan dan pembelajaran serta penguasaan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi dalam rangka pengembangan ekonomi informasi berbasis pengetahuan sebagai gerakan preventif untuk mencegah terjadinya atau mengurangi kesenjangan digital.

Leave a Reply